Dalam rangka mengantar seorang anak memasuki jenjang pendidikan yang baru, maka diperlukan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah untuk memfasilitasi peserta didik mengenal lingkungan dan budaya di sekolah yang baru sebelum menempuh pembelajaran berikutnya.

Memasuki tahun pelajaran 2018/2019, SMANTI melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai pengganti Masa Orientasi Siswa (MOS) selama tiga hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran. Kegiatan ini diwajibkan dan mengacu pada Permendikbud 18 Tahun 2016 dengan tujuan untuk melakukan pengenalan lingkungan sekolah kepada siswa-siswi baru di mana sekolah dapat menyesuaikan materi kegiatan pengenalan lingkungan dengan kondisi dan karakteristik lingkungan sekolah. Adapun kegiatan MPLS SMANTI ini tak terlepas dari bantuan dan kerjasama tim OSIS maupun MPK SMA Negeri 3 Singkawang.

"Kegiatan MPLS yang diselenggarakan selama 3 hari ini menurut saya sangat mengesankan karena seniornya baik, lucu, dan mudah mencairkan suasana sehingga dapat menghilangkan kecanggungan kami sebagai siswa-siswi baru dan membuat kami mudah beradaptasi dengan lingkungan SMANTI. Saya juga sangat terkesan dengan pengenalan ekstrakurikuler oleh senior yang dilakukan dengan menarik sehingga saya mudah memahaminya," ungkap Steivan Dwi Putra, salah satu siswa kelas 10 IPS 1.

"Menurut saya kegiatan MPLS ini seru karena kakak kelas nya sangat ramah, baik, dan mengasyikan sehingga kami tidak mudah bosan. Dari kegiatan ini kami dapat lebih mengenal guru-guru yang mengajar di SMA Negeri 3 Singkawang serta ruangan-ruangan yang ada di sini. Saya juga lebih mengetahui tata tertib SMANTI melalui penyajian yang disampaikan oleh guru," ucap Deby, siswi kelas 10 IPA 2.

Selengkapnya...

Jurnal Harian Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri 3 Singkawang Tahun Pelajaran 2018 - 2019 dapat dilihat di website ini, jurnal harian ini hanya tampil Pendaftar jalur UMUM. Pendaftaran semua jalur masih dibuka sampai tanggal 4 Juli 2018 pukul 12.00 wib, jika pendaftar jalur AFIRMASI dan jalur PRESTASI bertambah akan mengurangi peluang di  jalur UMUM. Semua otomatis dilakukan oleh sistem dengan rumus :

Pendaftar UMUM = Jumlah Kuota - (Pendaftar Afirmasi + Pendaftar Prestasi)

Semua diproses oleh sistem dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat. Semoga bermanfaat.

Akhirnya digelar lagi Alumni Futsal alumni yang diselenggarakan dari tanggal 6 sd 12 Juni 2018 di Lapangan Interlock KS Tubun. “Empat tahun lalu kegiatan ini sudah dilakukan, awalnya kegiatan ini dari alumni oleh alumni dan untuk alumni tetapi mulai tahun lalu kegiatan ini sudah memperebutkan Piala Bergilir Kepala Sekolah karena kegiatan ini diaggab positif oleh Kepala Sekolah saat itu yaitu Bapak Bachraini Subhani dan terima kasih buat Bapak Deny selaku waka kesiswaan untuk membantu meyakinkan kepala sekolah ”, ungkap Yusuf selaku ketua panitia.

“Kegiatan ini untuk menjalin silaturahmi antara alumni berbagai angkatan, menang kalah itu belakangan, jaga sportifitas dan jaga nama baik sekolah apalagi kegiatan ini dilaksanakan diluar sekolah dan membawa nama sekolah”, ungkap Deny Suhendra selaku waka kesiswaan saat memberikan kata sambutannya saat pembukaan.

"Tidak lupa kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak sponsor yang telah berpartisipasi atas kegiatan ini", tambah Deny lagi.

“Selasa 5 Juni 2018 menjadi sejarah baru di sekolah ini karena pada hari ini kita kedatangan Bapak Toni dari Dinas Propinsi Kalimantan Barat untuk mengadakan serah Kepala Sekolah”, ungkap Wahyu Dewi selaku Waka Humas sekolah ini. “serah terima antara PLT Kepala Sekolah yaitu Ibu Sarsiti, S.Pd kepada Bapak Yoris Harto,S.Pd ini dilakukan pukul 12.30 wib yang disaksikan bapak seluruh guru, selain bapak Toni dari Diknas Provinsi juga hadir Bapak Titus Pramana”, tambah Wahyu Dewi lagi.

“Semoga kepala sekolah yang baru dapat memimpin sesuai dengan visi dan misi sekolah ini”, kata Bapak Yusuf yang juga mantan waka kesiswaan sekolah ini dan pernah menjabat kepala sekolah di SMA 9 Singkawang.

SMA Negeri 3 Singkawang merupakan sarana penyelenggaraan FLS2N yang diadakan di ruang kesenian. FLS2N adalah singkatan dari Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional, dimana cabang seni yang diperlombakan di SMA Negeri 3 terdiri dari, vokal solo dan gitar solo yang diadakan pada hari Rabu (9/5), dengan jumlah peserta untuk  vocal solo sebanyak 17 peserta dan gitar solo yaitu 8 peserta.  Tahun 2018 ini merupakan penyelenggaraan FLS2N yang  ke lima belas. Tujuan diadakannya FLS2N menurut Dedy Ridansyah S.Pd, agar dapat mengembangkan bakat dan minat siswa dalam bidang seni. Pernyataan senada juga disampaikan oleh Sariani S.Pd selaku panitia, yaitu untuk mencari dan mengembangkan bakat-bakat dalam seni.

Guru seni SMA Negeri 3 Singkawang itu juga menerangkan apa saja yang harus dilakukan siswa dalam menjadi peserta FLS2N tersebut.  " Untuk persiapannya diadakan seleksi ke siswa smanti untuk vokal solo putra dan putri, hingga yang terpilih yaitu Syarif Kiramansyah(XI IPA 1) dan Maisya(X IPA 2) sedangkan untuk gitar solo yaitu Yuki(X IPA 1).” Ungkapnya. 

 

FLS2N yang diadakan dari pukul 08.00 WIB sampai selesai berlangsung dengan tertib, dimana para peserta menunjukkan kepiawaiannya dalam bidang seni. Hingga tiba saatnya juri memutuskan juara 1,2 dan 3, Juara gitar solo FLS2N tingkat SMA se-kota Singkawang berturut-turut diraih oleh SMAN 3, SMAN 2, SMA SANTO PAULUS. Untuk juara  1,2 dan 3 vokal solo putri berturut-turut  dimenangkan  oleh SMAN 3, SMAN 8, dan SMA SANTO  PAULUS.

 

Sabtu, 5 Mei 2018 menjadi saksi bisu perjuangan salah satu perwakilan SMAN 3 Singkawang dalam lomba debat bahasa Inggris tahun 2018. Lomba yang bertajuk “National School Debating Championship 2018 Singkawang Selection” ini kembali diadakan di SMAN 1 Singkawang.

Lomba debat tahun ini hanya mengirimkan 1 perwakilan saja dari setiap sekolah. Berbeda dari lomba pada tahun sebelumnya, dimana setiap sekolah mengirimkan 3 orang yang tergabung di dalam 1 tim.

“Perubahan ini dikarenakan sistem perlombaan pada tahun ini memang untuk mencari best speaker saja. bukan best team seperti tahun-tahun sebelumnya. Pertimbangannya, yang berangkat juga berdasarkan 3 best speaker” ungkap salah satu panitia lomba debat seleksi Singkawang 2018, Bu Agustine.

Lomba yang diadakan oleh Dinas Pendidikan ini diikutioleh 9 sekolah, dimana hanya 3 diantaranya yang berhak mendapat gelar best speaker dan mewakili Singkawang dalam lomba di tingkat provinsi.

Klik disini untuk melihat videonya

Rabu, 2 Mei 2018 diadakan upacara dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang berlangsung di lapangan upacara SMA Negeri 3 Singkawang. Acara yang dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan pembina Bapak Drs. Tunggal ini berjalan dengan lancar. Adapun petugas upacara berasal dari gabungan siswa-siswi kelas X dan kelas XI anggota paskibra SMA Negeri 3 Singkawang. Petugas paduan suara berasal dari gabungan siswa-siswi anggota Padus, OSIS, serta siswa-siswi kelas X IPA 2.

Setelah upacara berlangsung, diadakan kegiatan donor darah bagi siswa-siswi yang telah memenuhi syarat yang kebanyakan berasal dari kelas XI.

Selama kegiatan donor darah berlangsung, siswa-siswi yang lain membuat ketupat dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan. Kegiatan ini dilombakan sehingga para siswa menjadi lebih bersemangat untuk membuat kreasi yang unik.

"Upacara kali ini berkesan untuk saya, karena bertepatan dengan Hardiknas dan pesan dari pembina upacara, yaitu Pak Tunggal yang menyampaikan sejarah pendidikan di Indonesia sehingga pendidikan di Indonesia saat ini berjalan dengan lancar. Tanpa peran Ki Hajar Dewantara, tentunya pendidikan di Indonesia tidak akan semaju sekarang. Oleh karena itu, penting untuk kita selalu bersyukur dan menghargai jasa para pahlawan bangsa. Setelah upacara, dilakukan kegiatan donor darah oleh para siswa dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan tentunya dapat menyelamatkan nyawa banyak orang. Selain itu, siswa juga berlomba membuat ketupat yang unik dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan," ungkap Ayub Kalam, salah satu siswa kelas X IPA 2.

PENGUMUMAN

Nomor : 005/355/UN.18.

SISWA PERSEMBAHKAN NASI TUMPENG UNTUK GURU GURU MEREKA 

"Ibu Kartini merupakan tokoh emansipasi yang sangat menginspirasi wanita zaman sekarang. Berkat beliau, sekarang ini banyak wanita-wanita di luar sana yang tidak kalah berprestasi dibandingkan dengan pria. Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang rutin dilakukan SMANTI, yaitu lomba menghias tumpeng karena lomba ini dapat melatih kekompakan setiap kelas. Lomba hari ini berjalan dengan lanjar, namun menurut saya lomba yang diadakan kurang bervariasi. Untuk tahun depan, saya harap acara ini dapat lebih diisi dengan berbagai jenis lomba yang menarik," ujar Alivia Hisana Pramandita, selaku salah satu siswi kelas X IPA 3.

 

"Saya pribadi sangat berterima kasih kepada Kartini. Bukan hanya Kartini saja, tetapi juga Raden Dewi Sartika yang merupakan pelopor bagi pendidikan wanita Indonesia. Untuk kegiatan yang diadakan oleh SMANTI hari ini, so far is quite good. Kegiatan yang diadakan dalam rangka untuk memperingati jasa Kartini, khususnya untuk para siswi dan para guru perempuan ini dapat mengeratkan kekompakan siswa, meningkatkan kreativitas siswa, baik dari segi memasak maupun menghias tumpeng. Selain itu, dengan dipakainya kebaya/pakaian daerah oleh setiap murid, tentunya dapat membuat kita bangga dan melepaskan stereotip jika memakai pakaian adat/kebaya itu dianggap kuno dan tidak gaul. Buktinya sekarang, khususnya kebaya sudah dimodifikasi dan bisa dipakai oleh segala kalangan. Tapi yang saya sayangkan, acara sekolah ini mempunyai jadwal pulang yang tidak jelas sehingga banyak murid, terutama para murid yang dijemput orang tua bertanya-tanya dan harus menunggu," ucap Adha Muthia Rachma, selaku salah satu siswi kelas XI IPA 3.

 

Setelah siswa kelas XII melaksanakan rangkaian ujian, kini mereka dapat bernapas sedikit lebih lega sambil menanti pengumuman hasil ujian diawal bulan Mei mendatang. Adapun dalam rangka melepas siswa-siswi kelas XII angkatan ke-25,  SMA Negeri 3 Singkawang mengadakan acara pelepasan siswa. Pelepasan siswa ini diadakan pada hari Sabtu, 14 April 2018 di Balairung PEMKOT Singkawang.

Acara pelepasan siswa ini sangat ramai dan dihadiri oleh seluruh siswa-siswi SMA Negeri 3 Singkawang, baik kelas X, XI, terlebih kelas XII, juga seluruh dewan guru yang mengajar beserta staff di SMA Negeri 3 Singkawang. Tak lupa orang tua siswa-siswi kelas XII juga turut hadir meramaikan suasana acara. Panitia penyelenggara acara berasal dari tim OSIS maupun tim MPK SMANTI yang sudah bekerja keras demi keberhasilan acara pelepasan siswa ini sehingga persiapan dalam penyelenggaraan acara ini sudah matang.

Rangkaian acara pelepasan siswa ini diawali dengan sambutan perwakilan siswa kelas XII SMA Negeri 3 Singkawang yang diwakili oleh Charlos Leonardo yang berasal dari kelas XII IPA 2, dilanjutkan dengan sambutan dan laporan dari ketua pelaksana sekaligus ketua OSIS SMA Negeri 3 Singkawang, Alisardo Dimastoro. Kemudian, sambutan oleh perwakilan orang tua wali murid kelas XII angkatan ke-25, serta sambutan dari PLH Kepala SMA Negeri 3 Singkawang, Ibu Sarsiti.

 


Dandim Cup merupakan salah satu turnamen antar pelajar yang diadakan oleh panitia pelaksana dari PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) Kota Singkawang. Turnamen ini diselenggarakan di Singkawang Grand Mall pada tanggal 6 - 8 April 2018.

Adapun turnamen yang diadakan selama 3 hari ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi para pelajar yang ada di Kota Singkawang untuk menjadi atlet tenis meja. Turnamen ini diikuti oleh 63 orang peserta laki-laki (smp/sma/smk) dan 18 orang peserta perempuan (smp/sma/smk).

3 orang peserta perempuan dan 1 orang peserta laki-laki yang berasal dari SMA Negeri 3 Singkawang juga turut meramaikan turnamen ini. Adalah Nurul Annisa (X IPA 2), Natasya Alfira (X Ipa 1), Tiara Puspa Dewangga (X IPA 1), dan Yuki (X IPA 1).

“Yuki gugur di babak penyisihan, bermain sebanyak 3 kali, 1 kali permainan menang dan 2 permainan kalah. Tiara gugur di babak penyisihan, bermain sebanyak 4 kali, 2 kali permainan menang dan 2 kali permainan kalah. Natasya gugur di babak seperempat final, bermain sebanyak 5 kali, 4 kali permainan menang dan 1 kali permainan kalah”, ungkap Ibnu selaku guru pendamping. “Selanjutnya, Nurul Annisa masuk ke babak final dan bermain sebanyak 7 kali, 6 kali permainan menang dan 1 kali permainan kalah. Hasil babak final yaitu Nurul Annisa meraih juara 2 tenis meja se-Kota Singkawang antar pelajar tingkat SMP/SMA/SMK. Hal yang menarik dari turnamen ini yaitu saat di babak seperempat final, 2 orang siswi perwakilan SMANTI bertemu di permainan, ialah Natasya dan Nurul Annisa yang bertanding agar masuk ke babak final”, tambah Ibnu lagi.


Senin 12 Maret 2013 SMA Negeri 3 menerima 2 orang tamu yang dikirim oleh Direktorat Pendidikan Pusat Jakarta dalam rangka melakukan sharing mengenai persiapan USBN. Mereka berasal dari Kota Solo dan Kota Bogor yang berdinas di Kota Pontianak. Adapun kegiatan ini berlangsung mulai dari pukul 12.15 WIB dengan tujuan untuk memantau persiapan penyelenggaraan USBN di SMA Negeri 3 Singkawang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh guru yang mengajar di SMA Negeri 3 Singkawang, 2 orang perwakilan orang tua murid dari jurusan IPA dan IPS, serta 6 orang perwakilan murid. Adapun perwakilan murid berasal dari 3 orang perwakilan kelas 12 jurusan IPA dan 3 orang perwakilan kelas 12 jurusan IPS. Adalah Wahyu Putrananda yang berasal dari kelas 12 IPA 1, Andre Zenik dari kelas 12 IPA 2, Firzakalpa Syafiq dari kelas 12 IPA 3. Adapun untuk jurusan IPS, diwakilkan oleh Windia Sari dari kelas 12 IPS 1, Randhy Meitara dari kelas 12 IPS 2, dan Saparingga yang juga berasal dari 12 IPS 2.


Polantas Kota Singkawang telah mengadakan event melalui pengadaan tes untuk memberikan SIM kolektif kepada siswa-siswa SMA berprestasi yang ada di Kota Singkawang. Alhasil, banyak SMA yang ada di Kota Singkawang mengirimkan siswa-siswa berprestasi dari masing-masing sekolah. Tidak terkecuali SMA Negeri 3 Singkawang. Sekolah kita ini telah berinisiatif mengirimkan 19 orang siswa-siswa SMA Negeri 3 Singkawang yang keseluruhan berasal dari kelas 12.

Adapun sistem pengerjaan tes ini yaitu disediakan soal di layar monitor sebanyak 30 soal. Kemudian, peserta mengerjakan soal yang telah ditampilkan dalam waktu 15 menit. Pengerjaan tes ini memiliki aturan di mana peserta harus menjawab minimal 21 soal yang diberikan dengan benar.

Bentuk soal yang diujikan antara lain mengenai sikap kita dalam menanggapi peraturan serta rambu-rambu lalu lintas serta perlengkapan yang perlu dibawa saat mengendarai kendaraan. Secara keseluruhan, soal yang diberikan tidak terlalu sulit karena berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.