Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73, SMA Negeri 3 Singkawang sukses mengadakan perlombaan yang diselenggarakan pada tanggal 16-18 Agustus di lapangan SMA Negeri 3 Singkawang. Berbagai macam lomba yang diadakan antara lain : lomba menghias tong sampah, lomba senam PGRI dan paduan suara, lomba estafet kabatol (karung, balon, dan botol), lomba yel-yel, dan lomba tarik tambang. Para siswa mengikuti perlombaan ini dengan penuh semangat dan sukacita, di mana rasa persatuan, kekeluargaan, dan kerja sama tim dapat dirasakan amat dalam. Dan tentu saja kerja keras mereka membuahkan hasil yang memuaskan.  Tepat pada tanggal 27 Agustus, dilaksanakan pembagian hadiah perlombaan di lapangan SMA Negeri 3 Singkawang sehabis upacara bendera. Kegiatan ini disambut antusias dari para siswa.

Alhasil, terdapat beberapa kelas yang berhasil meraih posisi tiga, dua, dan satu dalam berbagai bidang lomba. Dalam lomba menghias tong sampah, juara ketiga diraih oleh kelas XII IPA 3, juara kedua diraih oleh kelas X IPA 3, dan juara pertama diraih oleh kelas XII IPS 2. Untuk paduan suara, juara ketiga diraih oleh kelas XII IPA 1, juara kedua diraih oleh kelas XI IPA 2, dan juara pertama diraih oleh kelas XII IPA 3. Dalam lomba senam PGRI, posisi ketiga diraih oleh kelas XII IPA 2, posisi kedua diraih oleh kelas XI IPA 1, dan posisi pertama diraih oleh kelas XI IPS 1. Adapun dalam lomba estafet kabatol, juara ketiga diraih oleh kelas XI IPA 2, juara kedua diraih oleh kelas XII IPA 1, dan juara pertama diraih oleh kelas XII IPS 2. Kemudian, untuk perlombaan tarik tambang, posisi ketiga diraih oleh kelas XII IPS 2, posisi kedua diraih oleh kelas XII IPA 1, dan posisi pertama diraih oleh kelas XI IPA 2. Sedangkan untuk perlombaan yel-yel, juara 3 diraih oleh kelas XI IPA 3, juara 2 diraih oleh kelas XII IPA 3, dan juara pertama diraih oleh kelas XI IPA 1.

“Sudah bagus dan berjalan dengan lancar. Alhamdulillah, rasanya sangat senang dan bahagia dengan hasilnya, karena pada waktu itu cuacanya sangat mendukung, dan ya begitulah,” ungkap salah satu peserta lomba, Wahyu Bagus Rizkiawan. “Satu pesan lagi buat panitia, buatlah hal yang berbeda.”, lanjutnya.

“Rasanya senang dan nggak nyangka. Semua berkat kerja sama dari teman-teman semua.” ujar Mas Asfila, salah satu peserta lomba.

Selengkapnya...

Senin, 20 Agustus 2018 diadakan pelantikan kepengurusan OSIS periode 2018/ 2019. Pelantikan ini seharusnya dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya yang berlangsung di lapangan upacara sesudah pelaksanaan kegiatan upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari Senin. Namun, terkendala oleh faktor cuaca yang kurang bersahabat di mana kabut melanda wilayah Kalimantan Barat, tak luput juga Kota Singkawang. Sehingga kegiatan pelantikan terpaksa dilaksanakan di ruang serbaguna SMA Negeri 3 Singkawang.

Dengan keadaan seadanya, acara pelantikan berlangsung dengan cukup lancar. Kegiatan dibuka dengan kata sambutan dari Bapak Yoris Harto, selaku kepala sekolah SMA Negeri 3 Singkawang. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan kepala sekolah oleh Ibu Ramla Patty, selaku WAKA Kesiswaan, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengukuhan ketua OSIS periode 2018/ 2019 oleh Wendy Janupriadi selaku ketua OSIS terpilih, Alisardo Dimastoro selaku ketua MPK, Ibu Ramla Patty selaku WAKA Kesiswaan, dan Bapak Yoris Harto selaku kepala sekolah.

Acara kemudian berlanjut dengan pembacaan sumpah dan janji OSIS oleh Bapak Yoris Harto, diikuti oleh seluruh pengurus OSIS periode 2018/ 2019 seraya merangkul sesama pengurus OSIS yang baru. Adapun Ronald Febrian, selaku wakil ketua MPK membawa bendera OSIS selama pembacaan janji berlangsung menambah suasana semakin hikmat.

Agustus selalu identik dengan Hari Kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus. 17 Agustus merupakan momen yang sangat penting serta menyimpan makna yang mendalam bagi seluruh warga Negara Republik Indonesia karena Presiden Ir. Soekarno telah mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia kepada seluruh penjuru dunia.

Setiap tahunnya, SMA Negeri 3 Singkawang pasti merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, salah satunya dengan mengadakan lomba 17 Agustus atau yang biasa disebut dengan Lomba Agustusan. Pada 17 Agustus kali ini, beberapa lomba dilaksanakan, seperti lomba senam PGRI, lomba paduan suara, lomba kabatol (karung, balon, botol), lomba tarik tambang, lomba menghias tempat sempat, serta lomba yel-yel.

Selain bertujuan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, lomba 17 Agustus ini dilakukan untuk mempererat silaturahmi antar siswa.

Adapun lomba yang dimulai pada 16-18 Agustus 2018 ini berjalan dengan seru dan disinilah kekompakan serta solidaritas siswa diuji. Lomba diawali dengan senam PGRI yang dimulai di lapangan basket pada pukul 07.30 WIB dan diikuti oleh setiap kelas dengan mengirimkan perwakilan sebanyak 6 orang siswa ini berlangsung hingga pukul 12.30 WIB. Aspek penilaian meliputi gerakan, kekompakan, dan kesesuaian gerak. 

Sabtu, 4 Agustus 2018, Asrama Perempuan dan Asrama Laki-Laki Kota Singkawang kembali mengadakan salah satu acara yang cukup bergengsi, yaitu Ramah Tamah 2018. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang sudah dilakukan selama 6 tahun terakhir dengan berbagai macam lomba, salah satunya yaitu Lomba Ranking 1.

Lomba yang diikuti oleh lebih dari 100 orang pelajar se-Kota Singkawang ini diadakan di Aula Dinas Pendidikan Kota Singkawang. Adapun SMA Negeri 3 Singkawang mengirim 15 orang siswa-siswi yang berasal dari kelas 10, 11, maupun 12 dari jurusan IPA maupun IPS.

Lomba dibagi menjadi beberapa tahap, antara lain tahap ulangan harian, ulangan tengah semester, percobaan penelitian, ulangan akhir semester, dan babak final. Setiap siswa yang salah menjawab soal di setiap babak akan gugur dan tidak diperkenankan untuk mengikuti babak selanjutnya.

Lomba yang dimulai pada pukul 9 pagi ini berhasil membawa siswa SMA Negeri 3 sampai kepada babak final. Adalah Anzas Niam Saputra, siswa kelas 12 IPA 1 yang berhasil memenangkan lomba, "saya merasa senang sekaligus terkejut bisa memenangkan Lomba Ranking 1 ini, saya merasa sangat bersyukur karena bisa masuk ke babak final dan Alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk memenangkan lomba dan mempersembahkan piala kepada sekolah," ungkapnya. "Adapun motivasi saya untuk mengikuti lomba ini yaitu percaya dengan kemampuan diri sendiri dan percaya bahwa ada Allah Swt. yang selalu memberi pertolongan kepada kita," tambahnya.

SALAH SATU SISWA MEWAKILI KALIMANTAN BARAT KE TINGKAT NASIONAL

Salah satu parameter untuk menilai mutu sebuah sekolah adalah prestasi yang telah dicapai siswa-siswinya pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang merupakan agenda tahunan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional. Tujuan dari FLS2N ini adalah untuk memfasilitasi dan memotivasi peserta didik yang mempunyai bakat di bidang seni agar dapat meningkatkan kemampuan mereka sesuai dengan bidang seni yang dimilikinya.

Perhelatan tahunan bidang kesenian yang sangat bergengsi ini diadakan di tingkat Provinsi Kalimantan Barat untuk mencari pemenang yang selanjutnya di kirim ke tingkat nasional. Adapun para peserta lomba yang berasal dari SMANTI sebanyak 4 orang, yaitu Ajeng Puspita yang mengikuti lomba cipta puisi, Maisyaputri lomba vokal solo putri, Yuki lomba gitar solo, dan Theofila pada lomba membaca puisi. 

 

 

Lomba yang berlangsung dari tanggal 13-15 Juli 2018 tersebut berhasil dilalui dengan hasil yang memuaskan. Ajeng Puspita berhasil memenangkan juara pertama pada lomba cipta puisi dan selanjutnya akan mewakili Kal-Bar ke tingkat nasional, di mana lomba tersebut akan diadakan di Aceh, Maisyaputri meraih juara kedua pada lomba menyanyi solo. Sayangnya, untuk lomba gitar tunggal provinsi tidak menyelenggarakan lomba tersebut sehingga Yuki diikutsertakan pada lomba desain poster putra. Walaupun demikian, Yuki tetap berusaha untuk maksimal dan berhasil meraih juara ketiga dalam waktu persiapan lomba yang sangat singkat.

Dalam rangka mengantar seorang anak memasuki jenjang pendidikan yang baru, maka diperlukan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah untuk memfasilitasi peserta didik mengenal lingkungan dan budaya di sekolah yang baru sebelum menempuh pembelajaran berikutnya.

Memasuki tahun pelajaran 2018/2019, SMANTI melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai pengganti Masa Orientasi Siswa (MOS) selama tiga hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran. Kegiatan ini diwajibkan dan mengacu pada Permendikbud 18 Tahun 2016 dengan tujuan untuk melakukan pengenalan lingkungan sekolah kepada siswa-siswi baru di mana sekolah dapat menyesuaikan materi kegiatan pengenalan lingkungan dengan kondisi dan karakteristik lingkungan sekolah. Adapun kegiatan MPLS SMANTI ini tak terlepas dari bantuan dan kerjasama tim OSIS maupun MPK SMA Negeri 3 Singkawang.

"Kegiatan MPLS yang diselenggarakan selama 3 hari ini menurut saya sangat mengesankan karena seniornya baik, lucu, dan mudah mencairkan suasana sehingga dapat menghilangkan kecanggungan kami sebagai siswa-siswi baru dan membuat kami mudah beradaptasi dengan lingkungan SMANTI. Saya juga sangat terkesan dengan pengenalan ekstrakurikuler oleh senior yang dilakukan dengan menarik sehingga saya mudah memahaminya," ungkap Steivan Dwi Putra, salah satu siswa kelas 10 IPS 1.

"Menurut saya kegiatan MPLS ini seru karena kakak kelas nya sangat ramah, baik, dan mengasyikan sehingga kami tidak mudah bosan. Dari kegiatan ini kami dapat lebih mengenal guru-guru yang mengajar di SMA Negeri 3 Singkawang serta ruangan-ruangan yang ada di sini. Saya juga lebih mengetahui tata tertib SMANTI melalui penyajian yang disampaikan oleh guru," ucap Deby, siswi kelas 10 IPA 2.

Jurnal Harian Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri 3 Singkawang Tahun Pelajaran 2018 - 2019 dapat dilihat di website ini, jurnal harian ini hanya tampil Pendaftar jalur UMUM. Pendaftaran semua jalur masih dibuka sampai tanggal 4 Juli 2018 pukul 12.00 wib, jika pendaftar jalur AFIRMASI dan jalur PRESTASI bertambah akan mengurangi peluang di  jalur UMUM. Semua otomatis dilakukan oleh sistem dengan rumus :

Pendaftar UMUM = Jumlah Kuota - (Pendaftar Afirmasi + Pendaftar Prestasi)

Semua diproses oleh sistem dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat. Semoga bermanfaat.

Akhirnya digelar lagi Alumni Futsal alumni yang diselenggarakan dari tanggal 6 sd 12 Juni 2018 di Lapangan Interlock KS Tubun. “Empat tahun lalu kegiatan ini sudah dilakukan, awalnya kegiatan ini dari alumni oleh alumni dan untuk alumni tetapi mulai tahun lalu kegiatan ini sudah memperebutkan Piala Bergilir Kepala Sekolah karena kegiatan ini diaggab positif oleh Kepala Sekolah saat itu yaitu Bapak Bachraini Subhani dan terima kasih buat Bapak Deny selaku waka kesiswaan untuk membantu meyakinkan kepala sekolah ”, ungkap Yusuf selaku ketua panitia.

“Kegiatan ini untuk menjalin silaturahmi antara alumni berbagai angkatan, menang kalah itu belakangan, jaga sportifitas dan jaga nama baik sekolah apalagi kegiatan ini dilaksanakan diluar sekolah dan membawa nama sekolah”, ungkap Deny Suhendra selaku waka kesiswaan saat memberikan kata sambutannya saat pembukaan.

"Tidak lupa kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak sponsor yang telah berpartisipasi atas kegiatan ini", tambah Deny lagi.

“Selasa 5 Juni 2018 menjadi sejarah baru di sekolah ini karena pada hari ini kita kedatangan Bapak Toni dari Dinas Propinsi Kalimantan Barat untuk mengadakan serah Kepala Sekolah”, ungkap Wahyu Dewi selaku Waka Humas sekolah ini. “serah terima antara PLT Kepala Sekolah yaitu Ibu Sarsiti, S.Pd kepada Bapak Yoris Harto,S.Pd ini dilakukan pukul 12.30 wib yang disaksikan bapak seluruh guru, selain bapak Toni dari Diknas Provinsi juga hadir Bapak Titus Pramana”, tambah Wahyu Dewi lagi.

“Semoga kepala sekolah yang baru dapat memimpin sesuai dengan visi dan misi sekolah ini”, kata Bapak Yusuf yang juga mantan waka kesiswaan sekolah ini dan pernah menjabat kepala sekolah di SMA 9 Singkawang.

SMA Negeri 3 Singkawang merupakan sarana penyelenggaraan FLS2N yang diadakan di ruang kesenian. FLS2N adalah singkatan dari Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional, dimana cabang seni yang diperlombakan di SMA Negeri 3 terdiri dari, vokal solo dan gitar solo yang diadakan pada hari Rabu (9/5), dengan jumlah peserta untuk  vocal solo sebanyak 17 peserta dan gitar solo yaitu 8 peserta.  Tahun 2018 ini merupakan penyelenggaraan FLS2N yang  ke lima belas. Tujuan diadakannya FLS2N menurut Dedy Ridansyah S.Pd, agar dapat mengembangkan bakat dan minat siswa dalam bidang seni. Pernyataan senada juga disampaikan oleh Sariani S.Pd selaku panitia, yaitu untuk mencari dan mengembangkan bakat-bakat dalam seni.

Guru seni SMA Negeri 3 Singkawang itu juga menerangkan apa saja yang harus dilakukan siswa dalam menjadi peserta FLS2N tersebut.  " Untuk persiapannya diadakan seleksi ke siswa smanti untuk vokal solo putra dan putri, hingga yang terpilih yaitu Syarif Kiramansyah(XI IPA 1) dan Maisya(X IPA 2) sedangkan untuk gitar solo yaitu Yuki(X IPA 1).” Ungkapnya. 

 

FLS2N yang diadakan dari pukul 08.00 WIB sampai selesai berlangsung dengan tertib, dimana para peserta menunjukkan kepiawaiannya dalam bidang seni. Hingga tiba saatnya juri memutuskan juara 1,2 dan 3, Juara gitar solo FLS2N tingkat SMA se-kota Singkawang berturut-turut diraih oleh SMAN 3, SMAN 2, SMA SANTO PAULUS. Untuk juara  1,2 dan 3 vokal solo putri berturut-turut  dimenangkan  oleh SMAN 3, SMAN 8, dan SMA SANTO  PAULUS.

 

Sabtu, 5 Mei 2018 menjadi saksi bisu perjuangan salah satu perwakilan SMAN 3 Singkawang dalam lomba debat bahasa Inggris tahun 2018. Lomba yang bertajuk “National School Debating Championship 2018 Singkawang Selection” ini kembali diadakan di SMAN 1 Singkawang.

Lomba debat tahun ini hanya mengirimkan 1 perwakilan saja dari setiap sekolah. Berbeda dari lomba pada tahun sebelumnya, dimana setiap sekolah mengirimkan 3 orang yang tergabung di dalam 1 tim.

“Perubahan ini dikarenakan sistem perlombaan pada tahun ini memang untuk mencari best speaker saja. bukan best team seperti tahun-tahun sebelumnya. Pertimbangannya, yang berangkat juga berdasarkan 3 best speaker” ungkap salah satu panitia lomba debat seleksi Singkawang 2018, Bu Agustine.

Lomba yang diadakan oleh Dinas Pendidikan ini diikutioleh 9 sekolah, dimana hanya 3 diantaranya yang berhak mendapat gelar best speaker dan mewakili Singkawang dalam lomba di tingkat provinsi.