Kota Amoy yang selalu ramai pengunjung merupakan julukan dari kota Singkawang. Ditambah lagi pada tanggal 19 Agustus, kantor Pemkot Singkawang telah dipadati peserta pawai karena bermula disana, dimulai dari jl. Firdaus sampai jl. Pisang kemeriahan tak kalah heboh oleh atraksi peserta. Begitu juga dengan SMA Negeri 3 Singkawang yang mengikutsertakan 40 orang sebagai peserta yang melingkupi, yaitu: Paskibraka, pramuka, pakaian adat, tim medis dan beberapa pendamping dari OSIS serta calon MPK kelas X. Tak ketinggalan juga tim fotografer yang selalu mengabadikan kenangan dari setiap potretnya.

Dengan menunjukkan atraksi gerakan PBB yang diiringi dengan musik, tim paskibraka mempertontonkan kepiawaian dan penampilannya yang terbaik. Dari persiapan anggota paskibraka yang berlatih sangat giat agar citra sekolah dibanggakan, tapi saat hari nampil ada keadaan darurat yang mengharuskan pemberhentian saat atraksi. Pemberhentian yang diluar dugaan dikarenakan mobil ambulance yang melintas ketika atraksi sedang berlangsung termasuk dihitung penggunaan waktu, sehingga terjadi pemberhentian sebelum atraksi selesai, karena durasi musik atraksi sesuai waktu yang diinginkan panitia saat technical meeting(TM).

 

“Jujur kami kecewa atas kesalahan panitia, karena kami sudah berlatih untuk menampilkan yang terbaik di depan publik tapi hasil yang kami dapatkan tidak sesuai dengan harapan, diambil dari sudut pandang yang positif saja kami sudah ikut berpartisipasi.” Ucap Indry Avriani selaku anggota paskibraka yang mengikuti pawai.

“Karena sudah terjadi juga jadi ya mau bagaimana lagi, kita ambil positifnya saja yang penting pawainya sudah berjalan dengan lancar.” Tutur Alisardo Dimastoro selaku ketua OSIS yang ikut mendampingi pawai. “Terima kasih untuk kelas X, paskibraka, pramuka, PMR yang sudah ikut menyukseskan pawai.” Tambahnya.

Tetap optimis dan semangat walau apapun yang terjadi.

 

Sukses selalu SMANTI.