Jum’at (20/10/17) pagi, tampak empat buah bis parkir berjejer di sepanjang jalan di depan SMA Negeri 3 Singkawang. Tak ayal pemandangan ini menarik perhatian para pengendara yang melintas. Namun, hal itu tidak menghentikan aktivitas para siswa yang tampak sibuk di antara bus-bus tersebut. Selanjutnya diketahui bahwa mereka akan melakukan tur ke kota Pontianak, tepatnya ke SMA Negeri 7 Pontianak, dan Makam Juang Mandor. Tur ini dilaksanakan selama dua hari.

Peserta tur adalah siswa kelas 12, Tim Inti OSIS, para atlit sekolah, tim fotografi, dan delapan orang guru termasuk Kepala Sekolah. Kunjungan ini dilakukan setelah keputusan rapat para guru pembina kesiswaan berjumlah lima belas orang sesuai dengan SK OSIS yang dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2017 demi memenuhi kebutuhan sekolah untuk akreditasi. Deny Suhendra, Wakil Kepala SMA Negeri 3 Singkawang Bidang Kesiswaan menjelaskan bahwa penawaran tujuan kunjungan melalui grup Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Kalimantan Barat hanya disambut oleh SMA Negeri 7 Pontianak dan kebetulan sekali sekolah tersebut adalah sekolah yang menonjol dari segi olahraga. Sekolah itu lantas bersedia dikunjungi pada tanggal 20, 21, dan 22 Oktober 2017 dengan catatan bukan SMA Negeri 3 Singkawang yang menentukan jadwal tersebut.

Guru yang membuat website pemerintah kota singkawang pada tahun 2009 dengan nama singkawangkota.go.id itu juga bertutur bahwa kegiatan ini sudah menyurati orangtua dengan rincian biaya. Kegiatan tidak bersifat memaksa baik dari pihak guru ataupun siswa. Guru berusia 40 tahun itu kembali berkata,  “Tur ini diperuntukkan untuk para murid kelas 12 sebagai latihan kemandirian siswa untuk menghadapi dunia perkuliahan saat mereka sudah lulus dari SMA nanti. Jauh dari orangtua selama dua hari, tidur tidak seperti di rumah, dan tidak adanya fasilitas lengkap yang menunjang keperluan sehari-hari tiap individu seperti mandi yang harus antri, diharapkan membuat siswa dapat belajar mandiri. Mandiri itu perlu bagi tiap individu.”

Keberangkatan bis dimulai pada pukul 6.30 pagi. Rombongan SMA Negeri 3 Singkawang tiba di SMA Negeri 7 Pontianak pada jam 12.00. Di sana, para peserta mengikuti pertandingan futsal, voli putra/putri, catur putra/putri, dan bola pingpong putra/putri. Semua lomba ini dimaksudkan untuk memperkuat tali persahabatan antarsiswa maupun antarsekolah. Tim Inti OSIS sendiri melakukan study banding.

Setelah melalui berbagai rangkaian kegiatan, acara selanjutnya adalah Malam Seni atau yang disebut juga dengan Malam Persahabatan. Aditya Candra Waskito, siswa dari kelas XII IPA 1 mengungkapkan kesannya terhadap acara tersebut. “Kalau ditanya acara yang paling membekas bagi saya, ya, saya bakal jawab acara Malam Persahabatan. Soalnya kami, para siswa dari SMA Singkawang dan SMA Pontianak bisa saling mengenal satu sama lain. Terlebih orang-orang di sana Pontianak sangat ramah, terutama panitianya,” tutur Aditya.

Keesokan harinya, rombongan SMA Negeri 3 Singkawang harus kembali bersiap-siap untuk menuju destinasi selanjutnya, yaitu Makam Juang Mandor, Kabupaten Landak. Di makam pahlawan tersebut, para peserta tur mengenang perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tak ketinggalan mereka juga menyempatkan diri untuk mengabadikan kunjungan mereka melalui lensa kamera para fotografer SMA Negeri 3 Singkawang yang ikut serta. Bukti-bukti perjalanan siswa-siswi ini dapat dilihat di akun instagram masing-masing kelas ataupun akun resmi SMA Negeri 3 Singkawang, yaitu smanti_pict.

Usai kegiatan, empat bis  berisi warga salah satu sekolah menengah atas di Singkawang itu bergerak menuju kota Singkawang dan kembali ke titik awal keberangkatan pada pukul 19.30.

“Saya senang sekali. Sungguh. Pengalaman dan wawasan saya jadi bertambah setelah ikut tur ke Pontianak ini,” sekali lagi Aditya Candra Waskito mengungkapkan perasaannya saat sudah tiba di kota tempat ia tinggal. “Walaupun, yah, seharusnya kita harus lebih tertib, “ tambahnya ambil tertawa. “Kebersihan juga harus dijaga saat kita mengunjungi tempat atau sekolah lain. Dan, oh, yang paling penting, yaitu mengikuti arahan dari panitia agar kegiatan berjalan dengan baik dan menjaga nama baik sekolah sendiri di mata sekolah lain.”

Tak ketinggalan Deny Suhendra menyatakan harapannya untuk SMA Negeri 3 Singkawang sebagai penutup dari kegiatan tur ke Pontianak itu. “Semoga tahun depan Smanti bisa ikut tur lagi, tidak hanya ke Pontianak tetapi juga ke kota atau kabupaten di Kalimantan Barat yang lain. Saya senang karena murid Smanti dapat belajar banyak dalam kegiatan ini dan menjalin silaturahmi dengan siswa-siswa sekolah di luar kota Singkawang,” ucap guru yang sudah sebelas tahun mengajar di SMA Negeri 3 Singkawang tersebut.

Semoga kegiatan tur ini dapat bermanfaat bagi siswa dan siswi SMA Negeri 3 Singkawang, khususnya siswa kelas 12. Sekiranya tidak ada pengalaman yang sia-sia karena dari pengalaman lah seorang manusia mendapatkan pelajaran terbaik di dalam hidupnya. (adh)