Anak-anak Revolusi adalah tema yang diusung oleh panitia Bengkel Sastra Smanti 2017.Dalam memperingati hari Sumpah Pemuda SMA Negeri 3 Singkawang menggelar acara tahunan yakni Bulan Bahasa yang jatuh pada tanggal 27 Oktober sampai dengan 28 Oktober 2017. Dimana kegiatan ini terdapat 3 cabang lomba yaitu Cipta dan Baca Puisi, Cerdas Cermat Peribahasa dan Musikalisasi Puisi. Acara ini dikoordinir langsung oleh Bengkel Sastra, ekstrakurikuler Speaking, ekstrakurikuler roket dan OSIS. Berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya, Bulan Bahasa tahun ini diadakan di luar ruangan yaitu di lapangan tenis SMA Negeri 3 Singkawang.

Awan yang semula putih secara perlahan-lahan menjadi kelabu, tapi tidak menjadi hambatan untuk berlangsungnya acara ini. Bahkan tetesan hujan sudah membasahi bumi sebelum acara dimulai, tak patah arang semua panitia langsung sigap mengamankan semua barang yang rawan terhadap air. Berhubung keadaan cuaca yang tidak mendukung acara sempat ditunda beberapa menit sampai hujan sedikit reda.

 

 

Acara ini dimulai dengan kata sambutan dari Ketua Panitia Bulan Bahasa  Mar’atusholihah dari kelas XII IPA 1. “Kegiatan Bulan Bahasa ini selain untuk memperingati hari Sumpah Pemuda, juga merupakan sarana bagi siswa siswi untuk menyalurkan bakatnya melalui berbagai macam-macam lomba.” Ungkap beliau saat membuka acara. Hal yang sama juga diungkapakan Ketua OSIS SMA Negeri 3 Alisardo Dimastoro kelas XI IPA 3 saat memberikan kata sambutan.

 

“Mohon maaf kepala sekolah tidak bisa hadir dalam acara pembukaan karena ada tugas keluar kota” ungkap Deny Suhendra selaku waka kesiswaan saat membuka acara. “Ingat saat Indonesia 100 tahun nanti kalianlah yang akan memimpin negeri ini”, tambah beliau dalam memotivasi siswa siswa sekolah ini.

 

Lomba pada hari pertama(27/10) yaitu Cipta puisi yang berlangsung di serbaguna dan spelling bee yang berlangsung di lapangan tenis yang sudah didekorasi menjadi sebuah panggung. Selama acara berlangsung sangat heboh diiring juga kepiawaian MC yang memandu acara ini, Charlos dan Elvina dari kelas XII IPA 2, serta Merry, XII IPA 1. Untuk jurinya sendiri yaitu Sisilia, S.Pd, Sabhan A. Rasyid, S.Pd, Dwi Fatania, S.Pd dan Natalia Hesty, M.Pd.  Walau selama acara berlangsung sempat diguyur hujan, tapi perlombaan tetap berlanjut bahkan teriakan dan tepuk tangan para suporter dari setiap kelas beradu dengan gemuruh hujan.

Berhubung dengan keadaan cuaca dan mencegah adanya resiko, semua panitia memindahkan lokasi acara yang sebelumnya diluar sekarang berpindah di serbaguna.

 “Hujan menjadi kendala utama yang menghantui,awalnya amat berat hati untuk mengalokasikan tempat pelaksanaan bulan bahasa yang awalnya outdoor menjadi indoor.Namun pada akhirnya pilihan itu menjadi memang menjadi jalan terbaik yang menyelamatkan pelaksanaan hari kedua bulan bahasa yang sempat diguyur hujan deras.” Tutur Isma Syafitri kelas XI IPA 1 selaku panitia Bulan Bahasa.

Keesokan harinya(28/10), lomba yang akan ditandingkan yaitu Cerdas Cermat Peribahasa dan Musikalisasi Puisi. Banya sekali antusias dan juga respon positif dari para siswa maupun peserta lomba.

“Alhamdulillah pada tahun ini bulan bahasanya sangat menyenangkan dan asli keren, musikalinya itu makin berat saingannya terutama kelas XII kalau untuk kelas kita sendiri sih sebagai peserta aku nilainya bagus. Karena tahun ini bulan bahasanya sudah keren tahun depan harus lebih keren lagi, lalu kalau bisa lebih lah lomba-lombanya lebih ditambah jadi tidak hanya itu-itu saja ya mungkin bisa lomba pantun biar lebih beda dari biasanya, intinya secara keseluruhan serius keren.” Tutur Nur Fa’izah salah satu peserta musikalisasi puisi kelas XI IPA 3.

Guru pembina ekstrakurikuler Bengkel Sastra dan Speaking yaitu Sariani, S.Pd, Sri Wahyuni, S.Pd dan Agustine Perdanayanti, S.Pd yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan acara ini.

“ Dari ibu pribadi nilainya sederhana tapi sukses salah satu contohmya seperti perlombaan yang terbaru lomba cerdas cermat peribahasa itu luar biasa antusiasnya dari peserta kemudian juri-juri tamu kita juga mengapresiasi dengan kehadirannya tidak hanya dengan lomba itu saja yang baru tapi juga lomba-lomba yang lain diapresiasi juri tamu kita, hanya sedikit kekecewaan saja dari warga sekolah kita sendiri seperti siswa-siswa itu harus digiring untuk masuk ke serbaguna dulu, tapi setelah mereka mengikuti kegiatan itu mereka antusias didalamnya padahal, jadi kedepannya event yang hanya satu tahun sekali disukseskan juga lah dengan apresiasi dari siswa juga untuk memberi semangat kepada teman-temannya yang sedang mengikuti lomba.” Berikut penuturan dari Bu Sariani.

“Bengkel Sastra dan Speaking mampu mengordinirnya dengan baik walau pun ada sedikit kesalahpahaman itu wajar terjadi pada semua event tetapi hanya terjadi di internal saja pada eventnya. Kesimpulannya mantap apresiasi dari saya selaku Ketua OSIS.” Ungkap Alisardo Dimastoro.

Terima kasih kepada semua yang terlibat baik Guru, TU, MPK, OSIS, Bengkel Sastra, Speaking, Roket, Fotografi dan seluruh siswa yang telah menyukseskan kegiatan Buan Bahasa ini.