Tepat pada tanggal 1 Desember 2017, seluruh umat Islam memperingati hari kelahiran baginda besar yakni Nabi Muhammad SAW atau yang akrab sekali kita katakan Maulid Nabi. Dalam kalender Hijriyah, Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Radiul Awal tahun Gajah.

Beragam cara yang digelar untuk memperingati hari lahirnya putra dari pasangan Aminah dan Abdullah ini, seperti mendatangkan ustaz-ustaz untuk berceramah. Begitu pula warga SMA Negeri 3 Singkawang yang menuju masjid Al-Falah pada hari sabtu(9/12), dalam rangka memperingati Maulid Nabi . Awal kegiatan dimulai dengan pembacaan Al-Quran Surah Al-Ahzab Ayat 21, yang dibacakan oleh Dwi Akhmal Maulana salah satu siswa SMA Negeri 3 Siingkawang. Arti surah Al-Ahzab Ayat 21 : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik begimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” Dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala SMA Negeri 3 Singkawang, Bachraini Subhani, S.Pd yang sekaligus membuka kegiatan tersebut. “Tujuan kita berkumpul di masjid ini adalah untuk menambah pengetahuan,supaya ilmu dan pengetahuan yang sudah kita peroleh dapat mempertebal ilmu serta iman kita dalam menghadapi zaman yang semakin canggih ini.” Tutur Kepala SMA Negeri 3 Singkawang. 

Tidak hanya disitu saja, kegiatan selanjutnya diisi dengan ceramah oleh ustaz Beni Arifin. Berikut penuturan yang disampaikan beliau. “ Bagaimana kita belajar,kita menimba ilmu jadi kita ini mengkaji dari makna yang tersurat bisa juga dari makna yang tersirat, dengan adanya peredaran rotasi bumi dan revolusi bumi bulan mengelilingi matahari sampailah saat ini kita dapat berkumpul pada bulan rabiul awal,dari perjalanan ini menjadikan kita belajar.Jadi yang memberikan pelajaran kepada kita itu adalah waktu. Dari Waktu ke waktu hingga sekarang ini mengajarkan kepada kita, itu semuanya tidak lepas daripada pengamalan-pengamalan kita dalam beribadah dan berusaha yang sungguh-sungguh.” Dengan berakhirnya ceramah yang disampaikan oleh ustaz Beni Arifin, Pak Laily mengarahkan kepada siswa siswi untuk kembali lagi ke sekolah.

Esensi dari memperingati Maulid Nabi bukan hanya mendengar ceramah saja,tetapi seharusnya juga menjadikan kisahnya sebagai teladan dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari sebagai umat islam.