Sabtu, 5 Mei 2018 menjadi saksi bisu perjuangan salah satu perwakilan SMAN 3 Singkawang dalam lomba debat bahasa Inggris tahun 2018. Lomba yang bertajuk “National School Debating Championship 2018 Singkawang Selection” ini kembali diadakan di SMAN 1 Singkawang.

Lomba debat tahun ini hanya mengirimkan 1 perwakilan saja dari setiap sekolah. Berbeda dari lomba pada tahun sebelumnya, dimana setiap sekolah mengirimkan 3 orang yang tergabung di dalam 1 tim.

“Perubahan ini dikarenakan sistem perlombaan pada tahun ini memang untuk mencari best speaker saja. bukan best team seperti tahun-tahun sebelumnya. Pertimbangannya, yang berangkat juga berdasarkan 3 best speaker” ungkap salah satu panitia lomba debat seleksi Singkawang 2018, Bu Agustine.

Lomba yang diadakan oleh Dinas Pendidikan ini diikutioleh 9 sekolah, dimana hanya 3 diantaranya yang berhak mendapat gelar best speaker dan mewakili Singkawang dalam lomba di tingkat provinsi.

Setiap perwakilan sekolah akan digabung menjadi 1 tim yang berisikan 3 orang. Dikarenakan hanya terdapat 3 tim, untuk menggenapkannya 1 swing tim turut melakukan debat. Beberapa dari mereka adalah pemenang dari lomba debat yang diadakan tahun lalu.

“Lomba tahun ini jelas sangat berbeda dengan lomba debat bahasa inggris tahun lalu. Menurut saya, panitia lomba tahun ini lebih adil, karena menggunakan topik yang belum pernah digunakan sebelumnya. Jadi pemenang dari lomba ini murni dari usahanya sendiri.” Ungkap Josephin yang kini berada di kelas 11 IPA 2.

Dalam lomba debat bahasa inggris ini, salah satu siswi SMAN 3 Singkawang kembali mengukir prestasi. Adalah Tasya Salsabila dari kelas 10 IPA 2 yang berhasil merebut posisi pertama dalam lomba ini. Ia berhasil menjadi salah satu perwakilan Kota Singkawang dalam lomba debat bahasa inggris tingkat provinsi tahun 2018.

 “Apa yang harus Tasya persiapkan salah satunya adalah lebih sering membaca berita dan informasi terbaru. Supaya pengetahuannya lebih luas untuk turut ikut serta dalam lomba debat bahasa inggris tingkat provinsi. Karena Tasya sudah punya modal keberanian, kapabilitas dalam bahasa inggrisnya juga bagus. Jadi, dia hanya perlu meningkatkan wawasannya saja.” ungkap Josephin yang merupakan perwakilan SMAN 3 Singkawang dan turut bergabung dalam tim debat perwakilan Kota Singkawang di tingkat provinsi tahun lalu.

                Keberanian memang menjadi salah satu syarat utama untuk tangguh dalam lomba debat ini. Hal ini dikarenakan peserta lomba harus berani berpendapat dan mempertanggungjawabkan pendapatnya dengan bukti yang benar adanya. Doa dan usaha juga turut menjadi bagian penting dalam keberhasilan pada suatu lomba.

“Yang pasti Tasya tidak menyangka (bisa memenangkan lomba), tapi tetap bersyukur karena rezeki Allah yang mengaturnya. Dan Tasya juga sangat berterima kasih kepada pihak yang telah banyak membantu Tasya. Khususnya yang ada di ekstra speaking & debat. Karena banyak ilmu yang Tasya dapat dari ekstra tersebut, dari senior yang telah berpengalaman dan untuk pembina ekstra yang super baik dan asik” ungkap gadis kelahiran tahun 2002 itu.

“Lalu, dengan lomba kemarin bisa dijadikan semangat dan acuan untuk Tasya, guna memperbaiki kemampuan dalam berbahasa inggris.” tutupnya.

                “Ayo teman-teman, terus latih bakat-bakat yang kita miliki. Sehingga dapat menjadi kebanggaan orangtua, sekolah dan orang-orang disekitar kita. Bakat-bakat itu juga akan menjadi salah satu kekuatan dalam mencapai kesuksesan kita. Tentu saja selain doa dan usaha”, tambah Ayub Kalam calon ketua OSIS tahun depan.

Sukses selalu SMANTI!

 

Redaksi : Rachma Julianty Putri 11 IPA 1