SINGKAWANG - Film siswa SMAN 3 Singkawang mendapat 2 penghargaan pada Festival Film Kalimantan Barat (FFKB) yang digelar komunitas film Sintang (Kofsi) se-Kalimantan. Masing-masing meraih penata kamera terbaik dari 17 nominasi yaitu 15 umum dan 2 pelajar serta film terbaik kategori pelajar se-Kalimantan dengan judul Nasib Ia di Tengah Kota."Yang mana filmnya ditandingkan dan berhadapan dengan film pemenang Mandau Perak Festival Aruh Kalimantan 2018," kata penulis skrenario dan penulis puisi Nasib Ia di Tengah Kota, Ajeng Puspita, Senin (2/12/2019).

KOFSI menyelenggarakan untuk pertama kalinya pada tahun 2018. Merasa sukses KOFSI menyelenggarakan FFKB 2019, yang kali ini bertemakan SUNGAI.

Untuk kategori peserta ada dua kategori yaitu kategori pelajar dan kategori umum yang memperebutkan 8 penghargaan di antaranya cerita terbaik, sutradara terbaik, penata artistik terbaik, penata suara terbaik, penata kamera terbaik, penyunting film terbaik, dan film terbaik umum serta film terbaik pelajar. Juri tahun ini yaitu Yusri Darmadi seorang Peneliti Budaya BPNB Kalbar, Ashari, M.Sn (Sutradara), dan Yoga Prayuda, M.Sn (Editor dan Dosen).

Dari puluhan film yang masuk, disaring menjadi 17 film nominasi yang mana 15 kategori umum dan 2 nominasi pelajar.

Kategori pelajar ini yang sangat menarik karena hanya dipilih 2 nominasinya yaitu pelajar Singkawang yang berasal dari SMA Negeri 3 Singkawang dengan judul Nasib Ia di Tengah Kota yang harus berhadapan dengan pelajar Banjarmasin yang berasal dari SMK Negeri 3 Banjarmasin dengan judul Utas Jagau yang mana film Banjarmasin ini pernah meraih penghargaan mandau perak pada festival Aruh Film Kalimantan tahun 2018. 

“Awalnya kami pesimis untuk menang karena film yang kami lawan adalah film yang pastinya pernah terbaik dimata juri tahun lalu, tetapi kami disemangati oleh guru pembimbing kami bapak Deny Suhendra," ungkap Ajeng yang juga juara Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) penulis puisi tingkat Provinsi Kalbar yang berangkat ke Aceh tahun lalu. 

Screenning dilakukan pada Jumat (29/11/2019) pukul 19.00 wib di pendopo rumah Bupati Sintang. Sementara malam penganugerahan dilaksanakan di Taman Bungur Sintang Sabtu (30/11/2019) pukul 19.30 wib.

“Alhamdulillah film kami meraih 2 penghargaan yaitu Penata Kamera terbaik dari 17 film nominasi baik umum maupun pelajar selain itu film kami mendapat penghargaan film terbaik se Kalimantan pada FFKB 2019 ini," ucap Ketua tim dalam film ini yang juga Penata Kamera dan Editor, Caesar. Caesar mengaku keahliannya menata kamera didalam film berkat belajar dari orang tuanya. Ilmu yang diturunkan tersebut diperoleh orang tuanya dari sutradara film Singkawang Langkah yang Tersisa karya Bambang Sujati. 

Sementara Pemeran utama dan pembaca puisi dalam film, Tasya mengaku harus berlatih keras dalam membacakan puisi sebelum jadwal syuting, pasalnya puisi itu bukan lah bidangnya. Bahkan Ia harus dilatih oleh Teo teman seangkatannya yang merupakan juara Pembaca Puisi FLS2N tahun 2018. "Saya lebih terbiasa monolog," ceritanya. 

Tasya yang juga merupakan juara I monolog FLS2N tingkat Kota Singkawang tahun 2019 ini menuturkan film ini menceritakan seorang siswa yang ingin mengikuti lomba puisi tingkat kota. Tema puisi yang diangkat merupakan hasil tulisan temannya bertema Sungai Singkawang. Pesan moral yang disampaikan berpikir positif tentang isi puisi yang dibawakan. "Tentang kebersihan sungai," tuturnya. 

Film pelajar ini melibatkan 3 ekstrakurikuler yang mengedepankan keaslian karya siswa. "Mulai dari puisi yang dibawakan dalam film, musik latar yang diciptakan dan ditambah pemeran yang semua mempunyai prestasi pendukung didalam film," kata Guru Pembina, Deny Suhendra. Mendukung karya anak didiknya, Deny bahkan mewakili para siswa ke Kabupaten Sintang pada malam penganugerahan yang dilaksanakan (30/11/2019).

Pulang dari Sintang dapat dipastikan pada (1/12/2019) yang menempuh perjalanan selama 10 jam dari Sintang ke Singkawang. Sementara siswa harus melakukan penilaian akhir semester pada Senin (2/12/2019). Ia mengajak generasi muda untuk tak henti-hentinya memberikan yang terbaik melalui karya yang diciptakan bagi diri sendiri, kota kelahiran dan Indonesia.“Terus bekarya," ajak Deny. Film Nasib Ia di Tengah Kota dapat pembaca saksikan di channel youtube Deny Suhendra

link Film NASIB IA DITENGAH KOTA

 (doi)